Rabu, 12 September 2012

Wisata Minat Khusus Kabupaten Purwakarta


1.    Objek Wisata Gunung Parang
       Gunung Parang merupakan Objek Wisata Petualangan Minat Khusus yang berlokasi di kampong Cihuni Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru, sekitar 28  Km dari Kota Purwakarta atau 79 Km  dari Kota Bandung.  Memiliki ketinggian sekitar 983 meter dari permukaan laut dengan temperature rata-rata berkisar antara 28 sampai dengan 30 derajat Celsius.
        Karakter Gunung Parang, adalah Multy Grade,  artinya tingkat kesulitan pendakian bervariasi. Mulai dari yang termudah, Grade I (class 5.0-5.4)  sampai dengan yang paling sulit (class 5.5 s/d 5.13).   Dengan melihat karakter dan ketinggian yang cukup, di mana tebing terjal mencapai 580 meter, maka Gunung Parang memiliki klasifikasi sebagai dinding tebing yang tertinggi dan tersulit di Indonesia, sehingga muncul slogan atau pameo di antara para pemanjat” Seseorang belum dapat disebut sebagai pemanjat Indonesia, kalau belum pernah memanjat Gunung Parang.
       Daya tarik utama, terletak pada tebing bagian timur, karena batunya keras (batu granit) dan lerengnya curam 
       

2.    Objek  Wisata Gua Jepang
Gua Jepang terletak di Desa Pusakamulya Kiarapedes atau 28 Km dari kota Purwakarta, memiliki ketinggian sekitar 700 meter dari permukaan laut, temperatur/suhu udara berkisar antara 17 sampai dengan 20 derajat Celsius. Dikelilingi perkebunan the, pohon pinus, cengkeh, manggis dan termasuk dalam kawasan puncak Gunung Burangrang.
Jaringan jalan yang melintasi Desa Pusakamulya, meliputi jalan Kabupaten, jalan desa, kerikil dan jalan tanah, terutama sepanjang 2 Km menuju lokasi Gua Jepang masih jalan setapak.
Gua Jepang merupakan gua buatan yang dibangun oleh Jepang (Romusa) sekitar tahun 1943 untuk digunakan sebagai tempat persembunyian. Cara pembuatannya menggunakan sistem aplusan (seep) yang lamanya sekitar 2 sampai dengan 7 hari secara bergantian, panjang gua sekitar 200 meter, tinggi 2 sampai dengan 3 meter, lebar 4 sampai dengan 5 meter. Memiliki 3 pinti masuk/keluar, 12 kamar berbentuk huruf T dengan ukuran kamar-kamar antara 3 sampai dengan 6 meter menyerupai huruf U (memutar).
Di sebelah utara, terdapat Curug Gara Cina, yang memiliki kejatuhan air sekitar 20 meter dan Curug Cimalangnengah setinggi 30 meter. Menurut hasil studi, Gua Jepang layak untuk dikembangkan menjadi objek wisata budaya.

Kemudian untuk pengembangan pariwisatanya diusulkan pengembangan objek wisata alam berupa camping ground, horse riding, lintas alam dan agro wisata. Sedangkan wisata budaya di sarankan, berupa penataan desa wisata, cinderamata dan pemanfaatan kesenian setempat.
 

3.    Objek Wisata  Ziarah Makam Mama Sempur
KH. TB. Ahmad Bakry dilahirkan di Desa Citeko Plered, setelah menginjak dewasa belajar kepondok pesantren Sempur, untuk menggali dn memperdalam ilmu keagamaan baliau belajar ke Cirebon, Jawa Tengah, Jawa Timur dank e Mekah.
Setelah merasa cukup, kembali ke Desa Sempur untuk mengamalkan ilmu pengetahuannya kepada masyarakat dan mulai hidup menetap di Desa Sempur. KH. TB. Ahmad Bakry, atau lebih dikenal dengan Mama Sempur wafat tahun 1975 pada usia 128 tahun, dimakamkan di Desa Sempur Kecamatan Plered, sekitar 16 Km dari pusat kota atau waktu tempuh (lama perjalanan sekitar 30 menit). Mama Sempur pada zamannya, adalah ulama besar dan disegani.
Sekarang ini, makam Mama sempur merupakan tempat wisata budaya berupa ziarah, pengunjung dating selain dari Purwakarta sendiri juga dari Bandung dan sekitarnya, Cirebon, Subang, Karawang, Bekasi, Cianjur, Bogor, Jakarta dan dari luar Propinsi Jawa Barat, seperti Banten, Lampung, Semarang, Jogyakarta dan Surabaya.
Melihat dari jumlah kunjungan yang terus meningkat dan untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan pengunjung, maka sudah saatnya Makam Mama Sempur dikembangkan menjadi objek wisata budaya, bentuk penataannya disesuaikan dengan kondisi sarana dan prasarana yang sudah tersedia, terutama penataan sarana ibadah, space makam, jalan masuk menuju lokasi, areal parkir, cinderamata dan kebutuhan akomodasi.
Arahan pengembangan paket wisata budaya adalah wisata ziarah, paket wisata yang diusulkan adalah Makam Mama Sempur Syech Baing Yusuf – Dalem Santri.



4.    Objek Wisata  Ziarah Makam Baing Yusuf
Syech Baing Yusuf yang lahir dan dibesarkan di Bogor, zamannya merupakan seorang ulama besar yang terpandang dan disegani. Menginjak dewasa, berkelana mencari ilmu ke berbagai daerah di pulau jawa, bahkan sampai ke Madagaskar mengembara bersama pelaut nusantara.
Setelah ibadah haji usai, beliau mengamalkan ilmu pengetahuannya kepada masyarakt dan mulai hidup menetap di Purwakarta. Beliau bermukim di kaum ( Paimbaran Mesjid Agung ) Purwakarta dan mendirikan pondok pesantren sebagai salah satu sarana, tempat pembelajaran bagi pengikut dan murid-muridnya, dari sekian banyak murid, salah satu diantaranya adalah Syech Nawawi Al Batoni yang bermukim di Mekah.
Melengkapi pengamalannya, beliau membuat buku fiqih dan tafsir sunda yang sampai sekarang masih terasa kegunaannya dan manfaatnya bagi masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar